Kubu Raya Bentuk Kelas Trainer Penyandang Difabel di Hari Bahasa Isyarat Internasional, Pertama Di Kalimantan



Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional tanggal 23 September setiap tahunnya merupakan prakarsa Antigua dan Barbuda. Prakarsa itu diikuti Federasi Tunarungu Dunia atau World Federation of the Deaf (WFD) kepada PBB. Sehingga pada sidang umum PBB ke-72, resolusi ini disetujui dan didukung 97 negara anggota PBB lainnya. Pada tahun 2021, Kubu Raya melalui komunitas pemerhati difabel menjadikan peringatan ini menjadi momentum lahirnya pendidikan Bahasa isyarat Indonesia.


Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menjelaskan training of trainer (TOT) di Kubu Raya akan dimulai pada awal oktober. Pihaknya mengambil langkah tersebut untuk memperkuat percepatan inklusi, sehingga dapat memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang difabel seperti komunitas tuli yang ada saat ini.


Diakui selama ini penyandang difabel masih kurang difasilitasi dibidang pendidikan. Tentunya hal tersebut berdampak kepada IPM (indeks pembangunan manusia) daerah. Melalui TOT ini nantinya akan menambah ruang dan kesempatan bagi penyandang tuna rungu untuk berkontribusi pada pembangunan. Oleh karena itu pada peringatan ini juga mengundang komunitas pemuda, forum anak daerah, dinas terkait dan pemerhati difabel agar dapat bergerak dalam satu visi.

“Cara kita memperkuat supaya akses pendidikan tidak ada yang ditinggalkan. Semua kita ajak untuk ikut agar ini bisa kita perluas lebih cepat. Cara kita langsung action, karena ini sudah kebutuhan dan jangan sampai terjadi pembiaran-pembiaran”, kata Muda Mahendrawan. Kamis (23/9/2021).


Pihaknya juga akan berusaha mensejajarkan difabel lainnya untuk diperhatikan, khususnya di Kubu Raya. Serta action yang dilakukan ini tidak menutup kesempatan bagi peserta daerah lainnya di Kalimantan Barat dan Indonesia.


Ketua DPD gerakan untuk kesejahteraan tuna rungu Indonesia (Gerkatin) Provinsi Kalimantan Barat Juliar Imran mengatakan, dari Launching TOT ini kedepannya akan sangat membantu komunitasnya untuk memberikan sumbangsih pembangunan di Kalimantan Barat.



 “Saya sangat apresiasi dengan komitmen Bupati Kubu Raya yang sudah mendukung sepenuhnya. Ini sangat penting di hari Bahasa Isyarat Internasional yang ada di Kalimantan Barat. Menjadi sesuatu yang special bagi kami”, ungkapnya Imran.

 

Sementara itu Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dikbud Kubu Raya Asmil Ratna, S.Pd menjelaskan, nantinya TOT ini akan melibatkan pihak Bisindo yang akan menjadi tim pengajar. Pada tahap ini pihaknya menargetkan utusan dari dinas-dinas pelayanan publik sebagai peserta pelatihan.


“TOT ini nanti kita akan membuka 2 kelas, dan dalam 1 kelas diisi 15 orang peserta. Dari 30 orang ini akan mendapatkan materi tingkat dasar dan lanjutan menengah”, jelasnya.


Diharapkan dengan momentum peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional di Kubu Raya dan yang pertama di Kalimantan adalah langkah awal yang baik untuk sesama, baik penyandang tuna rungu dan difabel lainnya di Kalimantan Barat.

 

Penulis : Darius Tarigan


















0 comments :

Copyright © 2013 TVRI Kalimantan Barat .