Hadiri Upacara Hari Berkabung Daerah Kalbar, Dandim 1201 : Perjuangan Meraih Kemerdekaan Tidak Mudah


Hari Berkabung Daerah Kalbar diperingati pada tanggal 28 Juni setiap tahun. Tahun 2022 ini, upacara peringatan peristiwa pembantaian massal pada masa pendudukan Jepang yang dikenang sebagai Peristiwa Mandor itu digelar secara langsung di Malam Juang Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Selasa (28/6/2022).


Dandim 1201/Mph Letkol Inf Dwi Agung Prihanto, S.Sos., M.Tr(Han)., menghadiri langsung upacara tersebut yang dipimpin oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol. Drs. Suryanbodo Asmoro, M. Mt.


Tampak hadir Wakapolda Kal-Bar Brigjen Pol Asep Safrudin. SIK., Kabagops binda Kal-Bar Kol.Inf Dody Syamsu Rizal, Kadispers Letkol Pnb Dedy Kusuma Jaya, Wadan Lantamal XII Kolonel Marinir Sugianto. ST., PJ Bupati Landak Samuel.SE.MSI., Danraipur C.Kapt. Arm.Syarif Mahendra, Kapolres Landak AKBP. Stevy Frits Pattiasina.S.I.K. SH.MH., Kabag Ops. Polres Landak Kompol Sugiyono SH. Mpd., Sekda Kab.Landak Vinsensius,S.sos.,MMA, Asisten I Bidang Pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat Setda Kab.Landak Yonas,S.Sos., Kepala Dinas Lingkungan hidup Kab.Landak Sabda Kolasa, Kasat Pol PP Kab.Landak Wiber Sono L.Djait, Kepala Dinas Kesehatan Landak., Kepala Kanwil Kemenag Kab.Landak.H. Abdulbar,S.Ag..,M.Pd. Camat Mandor.Arjudin, Danramil 1201-08/Mandor Kapten Arm Buntoro Nugroho., Kapolsek Mandor Iptu Hengki Gunawan.


Kepada wartawan, Letkol Inf Dwi Agung Prihanto mengingatkan pentingnya generasi sekarang untuk memahami sejarah dan mengingat bahwa perjuangan pada masa pendudukan Jepang tidaklah mudah.


“Kalbar mempunyai sejarah di tahun 1943-1944, banyak putra-putra terbaik Kalbar yang diambil atau dibunuh di Mandor, diperkirakan sekitar 21 ribu lebih. Ini penting diketahui agar generasi muda dapat memahami sejarah ini, sadar bahwa perjuangan untuk kemerdekaan itu tidak gampang,” katanya.


Untuk itu, Perwira menengah berpangkat melati dua ini berpesan kepada generasi saat ini agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Tidak perlu membicarakan tentang suku, ras dan agama, karena itu justru yang dapat menimbulkan perpecahan.


“Tetap jaga persatuan dan kesatuan yang sudah ada. Kami, prajurit TNI-AD bersama forkopimda mengucapkan belasungkawa yang setinggi-tingginya kepada keluarga korban, pahlawan yang telah gugur dalam tragedi tersebut,” pungkas Dwi Agung.


Sumber : Pendim 1201/Mph
(Media Baru TVRI Kalbar)





0 comments :

Copyright © 2013 TVRI Kalimantan Barat .