Dalam rangka mempererat sinergitas antara TNI-Polri khususnya Kodam XII/Tanjungpura dan Polda Kalimantan Barat, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Sulaiman Agusto, S.I.P., M.M., menerima kunjungan perdana Kapolda Kalbar, Irjen Pol Drs. Suryanbodo Asmoro. Pertemuan berlangsung di Koridor Gedung A Makodam XII/Tpr, Senin (17/1/2022).


Hal ini disampaikan oleh Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Hendra Purwanasari, S.Sos., melalui keterangan tertulisnya di Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat.


Dikatakan Kapendam, dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Sulaiman Agusto didampingi para pejabat utama Kodam XII/Tpr menyambut kedatangan Kapolda Kalbar beserta rombongan dengan penuh keakraban dan kekeluargaan.


"Maksud kunjungan kali ini adalah untuk silaturahmi sekaligus perkenalan diri Irjen Pol Drs. Suryanbodo Asmoro sebagai pejabat Kapolda Kalbar yang baru," katanya.


Kapendam XII/Tpr mengungkapkan, selain memperkenalkan diri secara singkat, dalam kunjungan tersebut Kapolda juga berharap, pertemuan ini dapat meningkatkan soliditas dan sinergitas TNI-Polri di wilayah Kalimantan Barat.


"Kapolda berharap, hubungan antara Kodam dan Polda semakin solid untuk bersama-sama menjaga dan mewujudkan suasana Kamtibmas yang baik di wilayah Kalbar," ungkap Kolonel Inf Hendra.


Senada dengan Kapolda Kalbar, diungkapkan Kapendam, Pangdam XII/Tpr dalam kesempatan tersebut juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kapolda di Makodam XII/Tpr. Orang nomor satu di Kodam XII/Tpr ini juga sepakat untuk terus meningkatkan sinergi dan soliditas TNI-Polri di Kalbar.


"Selain itu, Pangdam juga mengajak Kapolda, sebagai bagian dari Forkopimda untuk bersama-sama membantu program-program Gubernur dalam membangun Provinsi Kalimantan Barat," pungkasnya. 


Sumber : Pendam XII/Tpr












Pemerintah Kabupaten Sambas menggelar rapat koordinasi dalam rangka menjelang Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili dan Peringatan Hari Damkar Nasional Tahun 2022 di Aula Kantor Bupati Sambas, Jumat (14/1/2022).


Rapat koordinasi tersebut mengundang seluruh pengurus yayasan gotong-royong dan Badan Pemadam Kebakaran (BPK) Swasta di Kabupaten Sambas. Dihadiri juga oleh Kementerian Agama dan DPRD Kabupaten Sambas.


Bupati Sambas, Satono mengatakan, untuk memeriahkan perayaan Imlek tahun 2022, setiap pasar yang ada di kecamatan dan tempat ibadah etnis Tionghoa harus dipasang lampion dan aksesoris agar nampak indah.


"Saya ingin setiap pasar dihias, demi menonjolkan unsur budaya etnis Tionghoa di Kabupaten Sambas. Seperti lampion dan aksesoris lainnya. Jadi nampak di Sambas ini ada beragam etnis dan budaya," katanya.


Bupati Satono mengatakan, dia ingin Sambas kondusif, aman dan rukun. Agar bisa terwujud visi misi Sambas Berkemajuan. Tidak hanya Imlek, dia menegaskan, kebersamaan dalam merias wajah Kota Sambas juga dilakukan di hari raya agama lain seperti Idul Fitri dan Natal.


"Nanti hari raya lain kita hias juga, IdulFitri dan Natal misalanya. Jadi ada kebersamaan antara kita," katanya.


Bupati Satono memastikan setiap kecamatan sudah melakukan persiapan dalam rangka menyambut Imlek dengan lancar. Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, dia meminta Cap Go Meh dilakukan secara sederhana dengan memperhatikan protokol kesehatan.


"Tanpa mengurangi khidmat perayaan Cap Go Meh. Kita juga belum ada petunjuk dari Pemprov. Tapi saya harap perayaannya dikemas sederhana saja, demi keselamatan dan keamanan kita semua. Pokoknya saya minta menyambut Imlek ini lampion semuanya di pasang," katanya.


Terkait peringatan Hari Damkar Nasional 2022, Bupati Satono mengatakan akan melaksanakan acara seremonial berupa pemberian penghargaan kepada relawan pemadam kebakaran swasta. Kegiatan itu nantinya juga disertai pawai dengan memperhatikan protokol kesehatan.


"Saya ingin juga, hari ulang tahun damkar dibuat acara seremonial. Ada pawai, nanti diatur mulainya dari mana dan finish di mana. Puncak acaranya ada jamuan makan. Karena selama ini tidak pernah ada kegiatan seperti itu," katanya.


Bupati Satono mengatakan, peringatan Hari Damkar Nasional 2022 akan dilaksanakan 1 Maret nanti. Seluruh relawan pemadam kebakaran di Kabupaten Sambas akan diundang untuk diberikan penghargaan tanda jasa.


"Damkar ini non pemerintah tapi atensinya kepada masyarakat jangan diragukan lagi. Tidak terbayarkan, Pemda Sambas menghaturkan terimakasih, karena sampai hari ini belum bisa memberikan apapun. Nanti saya pastikan BPK semuanya akan diberi penghargaan," pungkasnya.


Sumber : Humas Kab. Sambas











Bupati Sambas, Satono, meresmikan Yayasan Cahaya Teratai, Mitra Peduli Sesama di Desa Sempalai, Kecamatan Tebas, Jumat (14/1/2022).


Peresmian yayasan milik etnis Tionghoa itu juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Fraksi Gerindra, Bui Khiong, Camat Tebas, Forkopimcam dan sejumlah komponen masyarakat lainnya.


Bupati Satono berharap, akan lebih banyak lagi elemen masyarakat yang terbentuk melalui yayasan-yayasan agar bisa bersinergi dengan pemerintah dalam rangka membangun daerah.


"Bupati dan Wakil Bupati tidak mampu membangun Sambas sendirian. Butuh sinergitas dan kolaborasi yang baik dari semua elemen masyarakat termasuk Yayasan Cahaya Teratai," katanya.


Bupati Satono mengatakan, segala kegiatan sosial yang dilakukan oleh yayasan adalah role model (contoh) bagi masyarakat lainnya, dalam rangka ikut serta mewujudkan visi misi Sambas Berkemajuan.


"Saya ucapkan selamat atas peresmian Yayasan Cahaya Teratai ini. Harapan saya semoga yayasan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan bisa membantu pemerintah dalam membangun daerah," katanya.


Senada, Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Bui Khiong mengatakan, Yayasan Cahaya Teratai adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial masyarakat. Sehingga dia berharap pengurusnya bisa menjalin komunikasi dengan eksekutif maupun legislatif dalam pergerakannya.


"Kita sangat menyambut baik dengan pendirian yayasan ini, saya harap pengurusnya bisa menjalin komunikasi dengan pemerintah baik itu eksekutif maupun legislatif," katanya.


Sumber : Humas Kab. Sambas










Guna mengantisipasi wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Babinsa Koramil 09/Ketungau Tengah bekerjasama dengan Forkopimcam Ketungau Tengah melaksanakan Fogging ke rumah - rumah warga dan pasar di Desa Wirayudha, Kecamatan Ketungau Tengah, Sintang pada Sabtu pagi (15/01/2022).


Sasaran pelaksanaan Foging meliputi pemukiman warga dan fasilitas umum Desa yang dianggap berpotensi terdapat penyebaran penyakit DBD seperti Pasar, selokan dan juga genangan air.


Babinsa Koramil Ketungau Tengah, Sertu Suharyono mengatakan bahwa tujuan kegiatan Fogging tersebut adalah untuk memutus dan mencegah penyebaran penyakit DBD, mengingat kondisi cuaca sudah memasuki musim penghujan, sehingga dimungkinkan mempercepat pertumbuhan nyamuk DBD.


"DBD juga dapat dicegah dengan melaksanakan fogging, kegiatan ini akan berlangsung secara terus menerus dari RW ke RW lain, mengingat beberapa hari kemarin ada salah satu warga yang sudah terkena DBD", katanya.


Sumber : Pendim 1205/Stg












Kabupaten Kubu Raya merupakan pemekaran dari Kabupaten induk Mempawah. Masyarakatnya terdiri dari berbagai suku dan agama. Salah satu dalam keberagaman tersebut yaitu hadirnya suku Karo.


Kehadiran berbagai suku yang ada di Kabupaten Kubu Raya dilatarbelakangi oleh profesi dan tugas pegabdian pada instansi pemerintahan.



Dalam upaya melestarikan tradisi dan budaya suku Karo, telah dibentuk suatu komunitas yang diberi nama "Perpulungen Arih Ersada" yang dalam arti bahasa Indonesia memiliki makna "Satu Dalam Kesatuan". Jika diartikan lebih jauh memiliki makna bersatu dalam berbagai sub marga dan keyakinan disatukan oleh budaya.


Pertama kali dibentuk komunitas ini memiliki struktur umum sebagai motor penggerak organisasi sosial dalam kehidupan suku Karo ditanah rantau. Untuk diketahui bahwa sekitar tahun 90an komunitas ini sudah berjalan sesuai dengan situasi tanpa adanya pengurus, dan terus bergerak untuk melestarikannya. Dahulu dikenal dengan sebutan "Karo Sungai Raya".



Seiring perubahan dan meningkatnya populasi yang hadir dalam latar belakang yang berbeda, membutuhkan suatu kepengurusan agar program kerja semakin tersusun dengan baik dan pendataan anggota lebih akurat.



Setelah sekian lama tidak mengadakan pertemuan diakibatkan kondisi pandemi covid-19, pada awal tahun 2022 ini dilaksanakan pertemuan dan mengikuti protokol kesehatan. Hal ini karena saat ini anggota yang terdaftar pada komunitas ini sudah mencapai 30 keluarga. Jika dilihat trend peningkatan jumlah anggota terus bertambah dari tahun ke tahun.



Pada pertemuan awal tahun ini (15/1/2022) dilaksanakan pada sebuah gedung pertemuan yang ada diwilayah sungai raya. Dalam kesempatan tersebut ketua komunitas Perpulungen Arih Ersada, Altides Ginting mengatakan, pertemuan yang dilakukan tersebut merupakan wadah untuk bersilaturahmi sesama warga Karo yang ada disekitar Sungai Raya, Kab. Kubu Raya. Kegiatan itu, lanjutnya, sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai budaya yang ada pada suku Karo.



Pada kegiatan itu dirangkai juga dengan tradisi budaya karo yakni "Landek" atau menari yang dibagi sesuai dengan peradatan suku Karo.

Sehingga diharapkan dari kegiatan budaya ini dapat mempererat rasa kekeluargaan ditanah rantau Pulau Borneo, Kalimantan Barat.


https://youtu.be/_yrty6wp4_s


Penulis : Darius Tarigan
















Komandan Lantamal XII, Brigjen TNI (Mar) Andi Rukman, memimpin sekaligus sebagai inspektur upacara dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera Tahun 2022, yang dilaksanakan di Dermaga Satuan Kapal Patroli Lantamal XII Jl. Komyos Sudarso No 1 Kota Pontianak. Peringatan tersebut dirangkai Pelarungan Karangan Bunga yang dilaksanakan di Alur Pelayaran Sungai Kapuas Kota Pontianak menggunakan Kal Lemukutan I-12-15, Sabtu (15/01/2022).




Upacara Puncak hari Dharma Samudera yang dilaksanakan oleh Lantamal XII, memiliki makna khusus, karena ikut hadir dalam upacara ini 2 orang termasuk dalam pelaku sejarah, yaitu Serma (Purn) Mattalim, Lahir di Malang pada tanggal 12 Mei 1940, alamat Jl. Apel Gg. Apel No 1 Sungai Jawi Luar Kota Pontianak, ABK RI Mega Mendung, Type Kapal Gun Boat, saat itu berpangkat Kelasi Dua, dan Kopka (Purn) Sutarman Bin Atmoharsono, Lahir pada tanggal 20 Maret 1939, alamat Jl. Budi Karya No 9 Kelurahan Benua Melayu Darat Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, saat itu sebagai ABK RI Sultan Iskandar Muda - 304 (Jenis Kapal Destroyer), dengan pangkat Kelasi Satu.


Menurut keterangan Bapak Mattalim, setelah terjadinya peristiwa Perang di Laut Aru, Bapak Mattalim sebagai ABK RI Mega Mendung berada di Pangkalan Surabaya, oleh pimpinan TNI AL saat itu memerintahkan sejumlah Kapal Perang Republik Indonesia berangkat menuju Irian Barat. Kemudian berangkat menuju Papua Barat, dan Chek Point 1 di Teluk Peleng. Adapun Kapal Perang yang berangkat antara lain: RI Mega Mendung, RI. Mega Guntur, RI Mega Mukti, RI Mega Sakti dan RI Mega Gantang. (Jenis Kapal Gun Boat). Selain itu juga RI Batu Padas, RI Batu Karang dan RI Batu Hitam. Dan menurut keterangan ketiga Kapal RI tersebut, terakhir berada di Pangkalan Angkatan Laut Pontianak kemudian kapal ini pun dihancurkan menjadi besi tua.


Memaknai Hari Dharma Samudera yang diperingati setiap tanggal 15 Januari tiap tahunnya, yaitu untuk mengenang pertempuran yang terjadi di Laut Arafuru antara tentara Indonesia melawan Belanda, oleh Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Yudo Margono, saat ini orientasinya tidak terbatas pada Pertempuran Laut Aru semata, akan tetapi semua Dharma Bhakti Prajurit TNI AL dimasa kini, diantaranya Peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-401. beberapa waktu yang lalu, kemudian juga Dharma Bhakti Prajurit TNI AL saat ini dalam memerangi Pandemi Covid-19, dimana semua Kotama TNI AL terlibat melaksanakan Serbuan Vaksinasi, semuanya untuk Bangsa dan Negara.


Untuk merefleksikan Hari Dharma Samudera terhadap generasi muda yang ada di Provinsi Kalimantan Barat, Lantamal XII Pontianak, dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) serta Persatuan Purnawirana Angkatan Laut (PPAL), bersama RRI Pontianak, pada hari Senin (17/01) nanti akan membahas bagaimana memaknai Hari Dharma Samudera dalam acara Dialog Lintas Pontianak, yang akan dilaksanakan mulai Pukul 08.00 WIB – 09.00 WIB.


Hadir dalam Upacara Hari Dharma Samudera Tahun 2022, di Lantamal XII Pontianak, seluruh Pejabat Utama Lantamal XII, Wadan lantamal XII, Kolonel Laut (P) Suhendro, S.AP., M.Si.(Han), Para Asisten Danlantamal XII, Ka. Kuwil, Dansatrol Lantamal XII, Para Kadis dan kasatker jajaran Lantamal XII, Jalasenastri Korcab XII DJA I, serta para purnawiran TNI AL yang tergabung dalam organisasi PPAL. Bertindak selaku Komandan Upacara yaitu Kasi Hartib Pomal Lantamal XII, Mayor Laut (KH) Ariyanto.


Sumber : Dispen Lantamal XII, Koarmada I











Sempat membuat resah warga, akhirnya pelaku begal di Desa Arus Deras, AS berhasil diamankan anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kubu Raya.

AS berhasil diringkus usai bersembunyi selama tiga hari di hutan, lantaran semua akses penyebrangan menuju Kota Pontianak telah dijaga ketat oleh petugas kepolisian usai pelaku menjalankan aksinya (12/1) dijalan kawasan perkebunan sawit.


"Saya melakukan tindakan itu dikarenakan saya dendam dengan bos sawitnya, karna saya pernah nawarkan tanah tapi malah tidak ada jawaban sama sekali, maka dari itu saya nekad melakukan tindakan ini," ujar AS.


AS mengaku, jika dirinya kenal dengan korban ST sudah lama dan sudah mengetahui jika korban ini sering membawa uang . Hal itu, lantaran korban merupakan salah satu orang kepercayaan pimpinan disebuah perusahaan sawit yang menjadi lokasi kejadian.


"Ini sudah memang saya rencanakan, saya tau kalau ST ni setiap hari pasti ada bawa duit, maka dari itu saya ikuti dari belakang dan setelah disamping saya tendang motornya, kemudian ST sempat melakukan perlawanan tapi ST masuk ke dalam kolam untuk menyelamatkan diri tapi saya pun melemparkan palu ke kepala ST tuh abis tu saye ambil duitnye langsung saye kabur dan memberikan sejumlah uang ini kepada pacar saya, dan bilang awas kalo melapor", katanya menuturkan aksinya.


Adapun jumlah uang yang dirampas, yakni sebesar Rp. 74 juta yang kemudian digunakan AS untuk kebutuhan pribadi dan sang pacar.


Sementara itu NF yang merupakan pacar dari tersangka AS mengaku, jika dirinya diberikan uang dan tiket pesawat serta disuruh melakukan swab untuk pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.


Saat itu,  NF mengaku jika dirinya mengetahui bahwa AS sedang menjadi buronan polisi tetapi. Namun AS mengaku jika hal itu hanya kesalahpahaman. Mendengar perkataan AS, NF kemudian percaya begitu saja, dirinya mengaku tergiur dengan sejumlah uang yang diberikan dan dikatakan AS berasal dari uang tabungan miliknya.


"Saya sempat lihat di media sosial pacar saya kok dicari-cari sama polisi, terus saya tanya langsung tetapi pacar saya bilang itu cuman salah paham dan akan diselesaikan, dan setelah memberikan penjelasan dan sejumlah uang pacar saya pun pergi katanya mau nyelesaikan masalah kesalahpahaman nya," terang NF.


Dari pengungkapan kasus tersebut Polres Kubu Raya mengelar Press Release di Mapolres Kubu Raya, Jum'at (14/1/2022).

Kapolres Kubu Raya AKBP Jerrold Kumontoy menjelaskan, jika sebelumnya Satreskrim Polres Kubu Raya menangkap NF yang merupakan pacar pelaku di sebuah penginapan di Desa Limbung (13/1) Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.


"Sebelum ditangkap AS sempat menyuruh NF untuk segera pulang ke kampung halamannya, kemudian tim reskrim Polres Kubu Raya melakukan pencarian dengan cepat, dari situ kita mengamankan pelaku NF, barang bukti sebesar Rp. 12, 8 juta serta tiket perjalanan pulang Pontianak-Jakarta serta tes PCR," jelas Kapolres.


Kapolres juga mengatakan jika AS sempat melakukan perlawan dan berusaha untuk kabur, maka dari itu dengan terpaksa kami harus melakukan tindakan tegas dan terukur.


"Untuk kondisi korban sudah mulai sehat dan mulai menjalani masa pemulihan," tutur Kapolres.


Atas perbuatannya itu, Kapolres menyatakan AS dikenakan pasal 365 maksimal 9 tahun penjara dengan kasus pencurian dengan kekerasan, sedangkan NF dikenakan pasal 480 maksimal 4 tahun penjara.


Sumber : Humas Polres Kubu Raya












Dihari kedua Gebyar Vaksinasi Maritim di Water Front Pelabuhan Sheng Hie Vaksinasi yang digelar Lantamal XII bersama unsur TNI/Polri dan Forkopimda Kalimantan Barat  masih terlihat tingginya animo masyarakat untuk mendapatkan Vaksinasi.

Tim Vaksinator Satgas Penanggulangan Covid-19 Lantamal XII yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Lantamal XII, Letkol Laut (K) drg. Heru Subagyo, Sp. Pro, selaku Dansatgas Penanggulangan Covid-19, bersama Tim vaksinator unsur Forkopimda Kalimantan Barat meneydiakan 300 dosis vaksin, baik Vaksin jenis Sinovac, Astra Zeneca maupun Pfizer. Pada umumnya masyarakat menerima Vaksin dosis kedua baik Vaksin Sinovac, dan Astrazeneca maupun Pfizer.


Kebut Vaksinasi Maritim tersebut, kata Kepala Dinas Kesehatan Lantamal XII selaku Dansatgas Penanggulangan Covid-19 Lantamal XII sudah dimulai sejak kemarin (13/1/)


Dansatgas Penanggulangan Covid-19 Lantamal XII berharap bagi masyarakat yang belum divaksin untuk hadir, tidak melewatkan kesempatan tersebut untuk mempercepat terwujudnya Herd Immunity di wilayah Kalimantan Barat.


Komandan Lantamal XII, sangat mengapresiasi Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Lantamal XII, selalu siap, tanpa kenal lelah, kapan saja dan di mana saja, selalu siap mendukung serbuan Vaksinasi Masyarakat Kalimantan Barat yang dilaksanakan unsur TNI/Polri serta Sinergitas Forkopimda Kalbar, guna mendorong Provinsi Kalimantan Barat dalam menuju Herd Immunity, serta mempercepat proses transisi dari Pandemi Covid-19 menjadi Endemi. 


"Ayo kita dukung terus Vaksinasi Covid-19, agar masyarakat sehat, tetap patuhi protokol 5 M, dengan tetap memakai masker, selalu mencuci tangan dengan air bersih, menjaga jarak, menghindari dan membatasi mobilitas agar Kalimantan Barat segera pulih dan bangkit dari pandemi", kata Dansatgas Covid-19 Lantamal XII.


Sumber : Dispen Lantamal XII, Koarmada I












Bupati Sambas, Satono, mengingatkan seluruh jajarannya agar bekerja dengan niat melayani masyarakat. Dia ingin, dimulai awal tahun 2022 ini, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas bekerja secara profesional dan proporsional.


 “ASN adalah pengabdi masyarakat. Niat yang lurus akan menghasilkan karya yang besar dengan hasil maksimal. Saya ingin di awal tahun 2022 ini, bagaimana kita semua mengembalikan niat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya dalam rapat kerja awal tahun bersama jajarannya, Kamis (13/1/2022) kemarin.


Bupati Satono mewanti-wanti jajarannya agar tidak sembarangan dengan penggunaan uang negara. Untuk itu dia menekankan agar setiap ASN yang bekerja harus sesuai dengan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang ada.


“Informasi terbaru yang saya dapat di awal tahun ini, sudah ada dua kepala daerah yang diciduk KPK. Bekasi, dan Penajam Pasir. Ini adalah warning bagi kita semua, bagaimana bekerja sesuai tupoksi dan regulasi. Tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, itu yang penting,” tegasnya.


Bupati Satono bersyukur, di awal tahun 2022 ini ekonomi masyarakat Kabupaten Sambas mulai membaik kendati masih dihantam badai pandemi. Dia mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi masyarakat yang sempat kontraksi kini sudah relaksasi dengan kenaikan sekitar 3.5 sampai 4 persen.  


“Berdasarkan rilis data yang disampaikan Bappeda, progres report pembangunan di Kabupaten Sambas sudah cukup bagus. Laju pertumbuhan ekonomi di akhir tahun 2021 cukup positif, ada kenaikan sekitar 3.5 sampai 4 persen. Insyaallah data ini akan dirilis Februari oleh Badan Pusat Statistik (BPS),” katanya.


Sumber : Humas Kab. Sambas











Bupati Sambas, Satono didampingi Anggota DPR RI, Katherine Angela Oendoen dan GM PLN Kalbar, Ari Dartomo meresmikan penyalaan listrik di Desa Madak, dan Desa Balai Gemuruh, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Kamis (13/1/2022) malam.


Bupati Satono mengucapkan terimakasih, berkat sinergitas pemerintah daerah, PLN dan DPR RI, akhirnya masyarakat di dua desa tersebut tidak lagi bersusah payah memenuhi kebutuhan listrik mereka. 


“Ini adalah bentuk sinergitas yang bak antara pemerintah daerah, PLN, dan DPR RI, hari ini sudah nampak penerangan di Desa Madak dan Desa Balai Gemuruh. Memang masih ada beberapa desa di Kabupaten Sambas yang belum ada listrik, mudah-mudahan secara bertahap, program pembangunan ke depan bisa memprioritaskan penerangan di desa-desa, sehingga kebutuhan listrik masyarakat bisa terpenuhi,” katanya.


Disamping itu, GM PLN Kalbar, Ari Dartomo mengatakan masih banyak desa dan dusun di Kalbar yang belum teraliri listrik. Jika dihitung kata dia, jumlahnya mencapai 470 desa lebih. Ada juga desa yang sudah teraliri listrik namun belum sampai ke dusun-dusun. 


“Kalau untuk desa angkanya bisa mencapai 470 lebih, belum lagi dusun-dusunnya, bisa ribuan dusun karena belum kita hitung. Artinya kita sedang berupaya menyelesaikan masalah kebutuhan listrik bagi setiap desa dan dusun di Kalbar,” katanya.


Ari Dartomo mengatakan, PLN perlu dukungan dalam hal anggaran, agar bisa secepatnya menyelesaikan kebutuhan listrik untuk seluruh desa dan dusun di Kalbar. Tantangan lain adalah, setiap desa dan dusun yang butuh penerangan listrik PLN punya karakteristik berbeda-beda. Ada yang berada di wilayah terpencil, dan ada juga yang berada di wilayah perbatasan.


“Kalau di sini (Desa Madak dan Balai Gemuruh) itu cukup mudah untuk dijangkau, walaupun perlu perjuangan untuk sampai ke sini, tapi di tempat lain ada yang sangat jauh sekali, di mana kita butuh sumber energi yang lain, karena kita harus terus mengembangkan UPT di setiap kabupaten dan kota,” katanya.


Ari Dartomo mengatakan, untuk mewujudkan penerangan listrik PLN yang merata di setiap desa dan dusun di Kalbar butuh dukungan pemerintah dan seluruh stakeholder, karena PLN tidak bisa bekerja senditi tanpa sinergitas pemerintah dan masyarakat.


“Sepanjang koordinasi kita baik dengan pemerintah dan masyarakat, sebenarnya tidak ada kendala yang berarti. Kita harus menyelesaikan tugas ini dengan baik dengan dukungan semua pihak,” katanya.


Sementara itu, Anggota DPR RI Katerine Angela Oendoen, mendorong masyarakat desa melalui kepala desa yang tempat tinggalnya belum teraliri listrik untuk pro aktif mengusulkan proposal ke PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) di pusat.


“Saya ingin masyarakat desa mengetahui bagaimana cara mendapatkan penerangan di desa mereka. Pertama Kadesnya harus pro aktif mengusulkan proposal, dan proposal itu akan saya bawa ke GM PLN Kalbar yang ditembuskan kepada direktur PLN di pusat,” katanya.


Katherine menjelaskan, Kemenrerian ESDM tidak bisa fokus mengurus satu provinsi saja, masyarakatlah yang harus pro aktif mengingatkan dan meminta agar menjadi prioritas dalam pembangunan.


“Harapan saya masyarakat yang belum mendapat aliran listrik, jangan kecewa dan jangan putus asa, masih banyak peluang, walaupun sudah berkali-kali mengusulkan proposal. Karena sudah terbukti tahun ini di Desa Madak dan Balai Gemuruh mendapatkan aliran listrik dari Kementrian ESDM,” pungkasnya.


Sumber : Humas Kab. Sambas










Copyright © 2013 TVRI Kalimantan Barat .