Showing posts with label Lingkungan. Show all posts



Sebagaimana yang telah diprediksi, volume sampah di Kota Pontianak mengalami lonjakan di hari lebaran. Lonjakan yang didominasi sampah rumah tangga tersebut mencapai hingga 50 persen dari hari biasa. Hal itu mulai terlihat sejak H-4  hingga hari ketiga lebaran.


"Lonjakan volume sampah terjadi sejak H-4 lebaran yang mencapai 50 persen," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Saptiko, Rabu (4/5/2022).


Dari pantauan pihaknya, hingga hari ini memang volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Layang sementara masih belum terjadi penurunan, terutama didominasi sampah rumah tangga. Untuk mengatasi volume sampah yang meningkat, 750 petugas kebersihan dikerahkan untuk membersihkan dan mengangkut sampah hingga ke TPA Batu Layang. Para petugas itu tersebar di enam kecamatan.


"Kita kerahkan 750 petugas kebersihan agar sampah-sampah yang ada tidak menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ada," terangnya.


Saptiko menambahkan, waktu pengangkutan sampah oleh petugas dilakukan mulai pukul 18.00 WIB hingga pagi hari. Oleh sebab itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar membuang sampah sesuai jadwal yang telah ditentukan.


"Yakni mulai pukul 18.00 sampai dengan 06.00 WIB," tutupnya.


Sumber : Prokopim

(Media Baru TVRI Kalbar)

Polsek Rasau Jaya bersama Satgas Karhutla melakukan upaya Pemadaman Kebakaran hutan dan lahan milik warga masyarakat perbatasan Rasau Jaya 1 Dusun Bina Karya, Rasau Jaya 2 Kec. Rasau Jaya. Minggu (3/4/2022).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Rasau Jaya, Iptu Setyo Pramulyanto, S.H bersama personil Polsek Rasau Jaya, Manggala Agni Daops Rasau Jaya, BPBD, Kab. Kubu Raya, Damkar PT. AAN dan Masyarakat Peduli Api (MPA).


Saat dikonfirmasi Kapolsek Rasau Jaya Iptu Setyo Pramulyo, S.H mengatakan, Polsek Rasau Jaya serta satgas penanggulangan Karhutla melakukan pemadaman di Desa Rasau jaya satu setelah melakukan pemantauan melalui aplikasi lancang kuning dan aplikasi BMKG.


"Kemudian ditemukan salah satu lahan milik warga yang terbakar, dimana lokasi tersebut berbatasan langsung antara desa Rasau Jaya Satu dengan Desa Rasau jaya 2", kata Kapolsek.


"Adapun Alat Damkar yang kami pergunakan 2 Mesin pompa MDex dan selang, 1 (satu) mesin Merk Shibaura TF745M, dan 3 (tiga) mesin Robin, kebakaran lahan tersebut diperkirakan terjadi sekitar jam 13.00 wib dan luas lahan yang terbakar sekitar 2 hakter", lanjutnya.


Kapolsek menuturkan kendala tim satgas saat pemadaman minimnya sumber air dilokasi, ditambah lagi angin cukup kencang dilokasi lahan yang menyebabkan meluasnya kebakarab lahan.


"Sampai saat ini tim satgas rutin lakukan peninjauan dilahan yang terbakar guna antisipasi jika lahan tersebut kembali terbakar dan saya juga telah memerintahkan personil dan Bhabinkamtibmas agar lakukan patroli serta sosialisasi kepada masyarakat setempat agar tidak membakar lahan", himbau Kapolsek.


Sumber : Polsek Rasau Jaya

(Media Baru TVRI Kalbar)





Dalam upaya pengendalian Karhutla yang terjadi di Desa Galang, personil Koramil Sungai Pinyuh, Kodim 1201/Mph bersama Polri dan BPBD Kabupaten Mempawah, terus berupaya memadamkan bara api yang membakar lahan gambut. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kepulan kabut asap yang dapat berdampak kepada jarak pandang pengguna jalan dan sektor penerbangan. Selain itu kabut asap juga dapat menimbulkan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).


"Personil kami melakukan penyiraman hingga ke dasar gambut, dibuat seperti bubur, sampai tidak ada keluar asap lagi. Cara ini cukup efektif," ungkap Batituud Koramil Sungai Pinyuh, Serma Dian Nuswantoro, Kamis (31/3/2022).


Kemudian, kata dia, untuk mencegah meluasnya kebakaran, personil gabungan berupaya menyekat api dengan cara membasahi semak belukar dan gambut.


"Penyekatan kami lakukan dengan mengendalikan dari kepala api, supaya tidak meluas. Jadi, semak-semak kami siram dan juga membasahi gambut," ucapnya. 


Ditambahkannya, lahan gambut yang terbakar cukup parah, karena memiliki kedalaman yang cukup tebal. Hal ini yang dapat menimbulkan kabut asap.

Terlebih lagi ada beberapa titik api yang tidak dapat dijanggkau karena terhambat akses. Jika dipaksakan dapat beresiko kepada petugas, karena dikelilingi semak belukar dan api dapat sewaktu-waktu membesar diakibatkan hembusan angin yang memicu membesarnya api.


"Tadi ada titik api baru muncul. Tapi, akses ke sana tidak ada. Semaknya cukup tinggi. Kabut asap di lokasi cukup parah dan kondisi cuaca sangat panas disertai angin kencang, sehingga api cepat meluas," tutupnya.


Sumber : Pendim 1201/Mph 

(Media Baru TVRI Kalbar)



Berbagai cara dilakukan Anggota Koramil 1201-02/Sungai Pinyuh bersama Kepolisian dan BPBD untuk memadamkan api kebakaran lahan di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. 


Kondisi kebakaran lahan semak belukar di wilayah ini cukup parah. Hal ini yang dapat menimbulkan kabut asap.


Tetapi, petugas punya beberapa cara untuk memadamkan api di lahan tanah gambut kering tersebut seperti yang disampaikan Serka Junus Butar Butar. 


"Penyiraman kami lakukan hingga ke dasar di buat seperti bubur, sampai tidak ada keluar asap lagi. Cara ini cukup efektif," ungkapnya, Kamis (31/03/2022).


Kemudian, untuk mencegah meluasnya kebakaran, Tim berupaya menyekat kepala api dengan cara membasahi semak belukar dan gambut.


"Penyekatan kami lakukan dikepala api, supaya tidak meluas. Jadi, semak-semak kami siram dan juga membasahi gambut," sambung Serka Junus Butar Butar.


Akan tetapi, dia mengakui, ada titik api yang tidak bisa dijangkau, karena tidak ada akses jalan. Jika dipaksakan, dikhawatirkan petugas terkepung api.


"Tadi ada titik api baru muncul. Tapi, akses ke sana tidak ada. Semaknya cukup tinggi dan padat. Kabut asap dilokasi cukup parah," katanya lagi.


Kendala lainnya, tambah dia, kondisi cuaca sangat panas dan angin kencang, sehingga api cepat meluas.


Sumber : Pendim 1201/Mph

(Media Baru TVRI Kalbar)






Hari ke dua kebakaran hutan dan lahan di Dusun hidayah, Desa Semparong, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah menghanguskan kurang lebih 50 hektare. Babinsa Koramil 04/Sungai Kunyit Praka Yudi Hidayat bersama Tim Pemadam Kebakaran Daerah dan Babinkamtibmas dibantu masyarakat berjibaku memadamkan api di perkebunan karet dan kebun nanas milik warga.


Babinsa Koramil 04/Sungai Kunyit Praka Yudi Hidayat mengatakan, titik api cepat membesar karena kondisi lahan gambut  yang kering ditambah angin kencang, sehingga merambat ke perkebunan warga.


"Beruntung dilokasi masih terdapat parit aliran air sungai, sehingga tim pemadam berangsur dapat menjinakkan api," ucap Praka Yudi saat di lokasi Rabu, (30/03/2022).


Ia juga mengatakan, pihaknya akan terus memantau situasi dan perkembangan kebakaran yang menghanguskan 50 Hektare lahan milik warga.


"Dua hari ini ada 25 warga yang sudah melapor atas kepemilikan lahan yang sudah terbakar, selama terjadinya Karhutla di Desa Semparong catatan kami ada 50 hektare di lahan perkebunan milik warga yang ditanami pohon karet dan nanas," terangnya.


Sementara itu Kepala Dusun Hidayah Sapriadi menuturkan, pada awalnya dipagi hari terlihat asap terbawa angin hingga ke pemukiman warga sepertinya ada kebakaran.


"Kami lihat sumber datangnya asap tersebut dan diketahui api sudah membesar di lahan gambut dengan cepat api membakar lahan gambut dan kebun warga yang tidak diketahui dari mana asal titik api muncul, saya bersyukur atas bantuan Babinsa pak Yudi, Babinkamtibmas pak  Aguswanto dan BPBD mempawah, serta masyarakat sekitar yang memadamkan api dari kemarin sampai sekarang," semoga api ini dapat dipadamkan dengan maksimal," ujar Kepala Dusun.


Sumber : Pendim 1201/Mph

(Media Baru TVRI Kalbar)





Kebakaran lahan kembali terjadi di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Personil Koramil Sungai Pinyuh, Kodim 1201/Mph diterjunkan untuk memadamkan api dilima lokasi sekaligus.


Salah satu titik kebakaran berada di Dusun Hulu Sungai, Desa Bakau Besar. Api yang semula membakar lahan kosong lalu menjalar ke kebun karet warga.


Batituud Koramil Sungai Pinyuh, Serma Dian Nuswantoro mengungkapkan, areal yang terbakar tidak begitu luas namun lokasi lahan jauh dari sumber air sehingga personilnya cukup kesulitan melakukan pemadaman.


"Namun kita berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan api dengan alat seadanya," ujar Serma Dian, Selasa (29/3/2022).


Sementara itu, pemilik kebun, Umar mengaku kaget saat mengetahui pohon-pohon karet miliknya hampir ikut terbakar. Dia menduga, ada oknum yang sengaja membakar lahan kosong disebelah kebunnya.


Umar menyesalkan prilaku oknum tidak bertanggung jawab yang membuka lahan dengan cara membakar lalu membiarkan begitu saja.


"Saya ikhlas kebun karet saya habis terbakar. Semoga oknum yang sengaja membakar dapat ditemukan dan diproses secepatnya," harap Umar.


Sumber : Pendim 1201/Mph

(Media Baru TVRI Kalbar)





Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menargetkan pengurangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 25 persen. Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, beberapa langkah yang akan diterapkan yakni dengan pengelolaan limbah rumah tangga.


"Kita akan kurangi dengan cara kita coba kelola sampah habis di lingkungan, dipilah dan diproses dengan konsep 3R maupun bank sampah yang ada. Menjadi kompos kalau sampah organik dan gas metan," ujarnya saat membuka kegiatan Pembinaan Pelaksanaan Pencapaian Adipura Kota Pontianak di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Selasa (29/3/2022).


Edi menambahkan, limbah yang diproduksi masyarakat di Kota Pontianak bisa mencapai 400 ton per hari. 40 persen dari total limbah tersebut terdiri dari 17 persen sampah plastik dan sisanya bervariasi, mulai dari sisa-sisa kaca, kayu, kertas dan lain-lain.


“Jika ini tidak dikelola secara baik, pertama akan merusak dan mengganggu dari sisi kesehatan terutama dan juga kelihatannya tidak enak dipandang mata,” terangnya.


Dia mengajak masyarakat untuk saling bergandengan tangan mengelola sampah. Menurutnya, kesadaran warga merupakan kunci mewujudkan kota yang bersih. Sebagai gambaran, hal sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. 


“Juga mengurangi limbah berbahan plastik, dan memilah sampah antara yang organik dan anorganik,” ungkapnya.


Berkaitan untuk mewujudkan kota yang bersih, hijau, aman, tertib serta berkelanjutan yang merupakan satu diantara visi dan misi Kota Pontianak, berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkot Pontianak untuk mewujudkannya, seperti program bank sampah yang tersebar di beberapa titik, penanaman pohon secara berkala, serta pengelolaan TPA yang berlokasi di Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara.


Langkah lainnya adalah dengan berusaha mencapai predikat Adipura bagi Kota Pontianak. Dia berharap agar stakeholder terkait untuk memahami indikator Adipura seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PermenLHK) Republik Indonesia Nomor P.76/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 tentang Adipura. 


“Program ini harus kita wujudkan dengan menggaungkan semangat Adipura kepada seluruh jajaran Pemkot, stakeholder hingga masyarakat,” pungkasnya.


Sumber:  Kominfo/Prokopim

(Media Baru TVRI Kalbar)






Kebakaran lahan gambut yang berada di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah yang telah terbakar sejak tiga hari lalu, masih belum bisa dipadamkan. Bahkan hampir mendekati pemukiman warga.


Para Babinsa Koramil 1201-02/Sp bersama instansi terkait dan masyarakat sekitar hingga Senin (28/3) malam masih kesulitan melakukan upaya pemadaman api didua lokasi kebakaran lahan gambut tersebut.


Sulitnya dilakukan pemadaman api karena dipengaruhi faktor angin kencang dan teriknya panas matahari.


Hal tersebut disampaikan Batih Tuud Koramil Sungai Pinyuh saat dikonfirmasi Media pada Senin malam pukul 21:00 WIB, (28/3/2022).


Total luas lahan yang terbakar di Desa Galang, kata dia, hingga berita ini diturunka mencapai kurang lebih empat hektare.


Ia juga menjelaskan, faktor lain yang menyebabkan terhambatnya upaya pemadaman api di lokasi kebakaran karena sumber air yang terbatas dan akses ke lokasi yang sulit mendatangkan armada pemadam kebakaran.


Sebagai solusi, kata dia, petugas mengerahkan mesin air dan pipa yang panjang ke lokasi kebakaran lahan dengan harapan agar dapat memadamkan kobaran api, agar tidak semakin meluas.


"Hingga senin, masih terlihat beberapa titik api kecil di lokasi kebakaran lahan gambut. Apabila terjadi angin kencang pada malam hari, tidak menutup kemungkinan api akan kembali membesar,” pungkas Serma Dian.


Sumber : Pendim 1201/Mph

(Media Baru TVRI Kalbar)





Bupati Sambas, Satono, melepas peserta turnamen mancing udang galah dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Udang Galah Singbebas (UGS) ke-3, di Sungai Sebangkau, Desa Sebatuan, Kecamatan Pemangkat, Minggu (27/3/2022).


Dalam kesempatan itu, Bupati Satono mengkampanyekan kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) guna menjaga keseimbangan ekosistem alam dengan cara melepaskan udang bertelur yang didapat oleh pemancing, supaya bisa berkembangbiak lebih banyak.


"Pesan saya hanya satu, dalam rangka mengkampanyekan kelestarian alam, kelestarian Daerah Aliran Sungai, supaya para pemancing udang galah melepaskan kembali udang telur yang didapat, agar bisa berkembangbiak lebih banyak," katanya.


Bupati Satono mengatakan, melepaskan udang telur adalah langkah kecil yang harus dibiasakan oleh seorang pemancing udang sejati. Berhenti mengambil udang telur untuk dikonsumsi agar jumlah dan ekosistemnya tetap terjaga di Sungai Sambas.


Lebih jauh, Bupati Satono mengatakan, turnamen mancing udang galah sudah kerap dilakukan di Kabupaten Sambas. Setiap turnamen, udang galah yang didapatkan cukup banyak dan besar-besar. Itu adalah bukti bahwa sungai-sungai di Kabupaten Sambas masih lestari dan tidak tercemar.


"Ada sungai yang tercemar merkuri, ada juga sungai yang dipenuhi sampah. Kita bersyukur sungai kita di Kabupaten Sambas ini belum tercemar seperti di daerah luar. Setiap turnamen, udang yang didapat besar-besar, itu tandanya sungai kita masih lestari," katanya.


Sumber : Humas Kab. Sambas

(Media Baru TVRI Kalbar)






Citra satelit Lapan mendeteksi dua titik panas di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Minggu (27/3/2022) pagi.

Berdasarkan informasi tersebut, lima anggota Koramil Sungai Pinyuh, Kodim 1201/Mph diturunkan untuk memeriksa koordinat titik panas.


"Setelah dilakukan pengecekan dikoordinat hotspot, ditemukan lahan terbakar dan bekas terbakar. Luas lahan yang terbakar kurang lebih satu hektare," ungkap Batituud Koramil Sungai Pinyuh, Serma Dian Nuswantoro.


Dijelaskan Serma Dian, areal yang terbakar merupakan lahan gambut dengan semak belukar. Saat ini, lanjut dia, pihaknya terus memantau kondisi api hingga benar-benar padam.


"Asal api dan pemilik lahan yang terbakar masih kami cari," ujar Serma Dian.


Serma Dian juga menjelaskan kepada warga sekitar lokasi Karhutla, jika ada oknum atau warga yang dengan sengaja membakar lahan dan hutan dapat dikenakan sanksi pidana dan perdata. Karena itu, ia mengimbau jika ada warga yang menemukan lahan terbakar agar segera berkoordinasi atau melaporkan ke Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun aparatur desa.


Kepala Desa Galang, Rasidi mengapresiasi kesigapan Koramil Sungai Pinyuh yang memeriksa titik panas di desanya.


"Saya berterima kasih kepada jajaran Koramil Sungai Pinyuh, ini langkah terbaik sebagai upaya pengendalian karhutla dengan mengedepankan upaya pencegahan yang harus dilakukan sejak dini, sebelum kebakaran terjadi meluas,” ucap Rasidi.


Sumber : Pendim 1201/Mph

(Media Baru TVRI Kalbar)





Personel Yang tergabung Dalam Ops Bina Karuna Kapuas 2022 Polres Kubu Raya rutin lakukan  pencegahan (Patroli), penanganan dan pengendalian terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) oleh Regu B Bina Karuna di wilayah hukum Polres Kubu Raya, Minggu (27/03/20220).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ipda Kodim selaku perwira pengendali Ops Bina Karuna  Polres Kubu Raya untuk melakukan patroli Karhutla, himbauan Karhutla, pengecekan lokasi lahan yang sudah terbakar serta pengecekan lokasi penampungan air.


Saat dikonfirmasi perwira pengendali Ipda Kodim mengatakan, menurunnya intesiatas hujan di wilayah Kabupaten Kubu Raya, sangat memungkinkan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu Tim Satgas Ops Bina Karuna melakukan patroli dan pengendaliaan serta sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan.


"Adapun rute patroli hari ini  ke jalan Adi Sucipto Desa Arang  Limbung Kec. Sungai Raya Kab. Kubu Raya. Dimana wilayah tersebut juga rawan terjadinya Karhutla dan dari hasil pantauan kami belum ada ditemukan titik api di daerah tersebut, namun kami tetap lakukan sosialisasi Karhutla kepada masyarakat sekitar", katanya.


"Tidak menutup kemungkinan masih adanya masyarakat yang melakukan kegiatan pembersihan lahan dengan cara dibakar ini perlu dilakukan himbauan  secara rutin kepada warga masyarakat, bahwa membuka lahan dengan cara membakar dapat merusak alam dan mengganggu kesehatan", pungkasnya.


Sumber : Dodik, Humas Polres Kubu Raya

(Media Baru TVRI Kalbar)





Tingkatkan pengawasan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Babinsa Koramil 02/Sungai Pinyuh jajaran Kodim 1201/Mph, Sertu M. Gufron bersama lima rekan anggota, melakukan patroli dan pengecekan dua titik hotspot yang berada di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Minggu (27/03/2022).


Sertu M.Gufron Mengatakan kegiatan patroli dan pengecekan titik hotspot sebagai upaya pengendalian Karhutla karena menurut informasi aplikasi Lapan dengan sumber : 109.11476389666667 ditemukan adanya titik api di wilayah binaan.


"Adapun setelah dilakukan patroli pengecekan hotspot diseputaran ditemukan lahan terbakar dan bekas terbakar. Luas lahan kurang lebih 1 Ha, jenis tanah gambut belukar, sumber api belum diketahui. Kondisi api masih dalam pengawasan, pemilik lahan masih belum diketahui," jelasnya


Dikatakannya, selain melakukan patroli juga dilakukan sosialisasi dan menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.


Ia juga menegaskan, barang siapa saja yang dengan sengaja membakar lahan dan hutan dapat dikenakan sanksi pidana dan jika terjadi Karhutla segera melakukan koordinasi atau laporkan segera ke pihak Babinsa dan Babinkamtibmas atau dengan Aparatur Desa.


Sementara itu, ditempat berbeda Kepala Desa Galang Rasidi mengucapkan terimakasih kepada anggota Koramil yang sudah membantu dan melakukan sosialisasi serta pengecekan hotspot di lokasi kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya.


"Ini langkah terbaik sebagai upaya pengendalian Karhutla dengan mengedepankan upaya pencegahan yang harus dilakukan sejak dini, sebelum kebakaran terjadi meluas,” ucap Rasidi.


Sumber : Pendim 1201/Mph

(Media Baru TVRI Kalbar)





 


Kegiatan Patroli Terpadu yang dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 1201-12/Air Besar, Prajurit Kepala (Praka) Yudi Ariyanto bersama Bhabinkamtibmas dan Polhut Balai KSDA serta Yayasan Planet Indonesia (YPI) memasuki hari terakhir dengan sasaran wilayah Cagar Alam (CA) yang berada disekitar Dusun Perbuak, Desa Merayuh, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Sabtu, (26/3/2022).


Dalam kegiatan Patroli Terpadu tersebut, kata Babinsa Yudi, Tim masih menemukan adanya aktivitas oknum masyarakat yang sangat bertentangan dengan hukum yaitu membuka lahan diwilayah CA, hingga dijadikan tempat perkebunan Kelapa Sawit, bahkan ditemukan juga satu set alat pengolah kayu dan tumpukan tumpukan kayu balok olahan.


"Ditemukan oleh Babinsa bersama Tim Patroli Terpadu adanya usaha masyarakat untuk menguasai hutan CA Gunung Nyiut, yang sudah ditanami kelapa sawit, serta sebuah pondok tempat menaruh alat/mesin pengolah kayu balok", ucap Babinsa Yudi.


Pada tempat berbeda dikatakan oleh Kepala Dusun (kadus) Perbuak, Ibu Sindy Oktavia, dirinya sering memberikan pemahaman kepada warga agar tidak melakukan aktivitas melanggar hukum diareal CA Gunung Nyiut.

Hutan Cagar Alam Gunung Nyiut memiliki luas areal sekitar 124.000 hektar, yang berada pada tiga Kabupaten di Kalimantan Barat, meliputi Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Bengkayang.


"Semoga pemerintah dapat memperhatikan wilayah Cagar Alam ini, serta memperbaiki akses jalan dari Kecamatan menuju ke Dusun tempat kami ini." tutup Kadus Sindy.


Sumber : Pendim 1201/Mph

(Media Baru TVRI Kalbar)





Saatnya Tanam Pohon Berkonsep Tematik


Menanam pohon selain memberi manfaat bagi kehidupan, juga menciptakan lingkungan menjadi lebih asri dan terlihat indah. Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, sudah saatnya menanam pohon dengan konsep tematik disesuaikan lingkungan atau kawasan yang ditanami pohon. Seperti beberapa pohon yang sudah ditanam di Kota Pontianak jenis tabebuya, tekoma dan lain sebagainya.


"Konsep-konsep dalam menanam jenis pohon harus diciptakan supaya tiap-tiap kawasan punya tema masing-masing," ujarnya usai menanam pohon belian dalam rangka Hari Hutan Internasional Go Green Forestry Bakti Rimbawan di Kampus Baru Fakultas Kehutanan Untan, Minggu (27/3/2022).


Ia menyambut baik digelarnya penanaman pohon oleh Fakultas Kehutanan karena sejalan dengan hobinya menanam pohon. Kegemarannya menanam pohon telah lama dilakoni sejak dulu ketika masih berdinas di Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak. Aksi ini dinilainya sebagai sebuah kegiatan yang sangat inspiratif untuk menghijaukan bumi.


"Saya selalu usahakan minimal setiap pekan menanam satu pohon," ungkapnya.


Edi menambahkan, aktivitas menanam pohon memang terlihat mudah untuk dilakukan oleh siapapun. Namun ia menekankan bahwa pohon itu tidak hanya sekadar ditanam, tetapi mesti ada konsep jangka panjang sehingga pohon tersebut tumbuh dengan usia yang lebih lama.


"Menanam itu mudah, tapi merawatnya hingga tumbuh subur itu yang sulit karena karakteristik tanah dan alam di Pontianak yang berbeda," tuturnya.


Namun ada beberapa pohon yang diketahuinya termasuk paling tua usianya di Kota Pontianak. Diantaranya pohon durian yang ada di lingkungan Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar yang ditanam sejak tahun 1986. Kemudian di Kantor Pengadilan Tinggi di Jalan Ahmad Yani.


"Pada saat pertemuan APEKSI di Pontianak tahun lalu, wali kota se-Kalimantan menanam pohon bersama di Taman Sepeda Untan depan Auditorium Untan. Mudah-mudahan pohonnya bisa cepat tumbuh tinggi," ucap Edi.


Dekan Fakultas Kehutanan Untan, Farah Diba menjelaskan, kegiatan yang digelar hari ini atas inisiasi Fakultas Kehutanan Untan dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional. Hal ini sebagai upaya Fakultas Kehutanan mewujudkan kampus yang hijau dan lebih nyaman. 


"Go Green ini tidak hanya dengan menanam pohon, tetapi kami juga berencana mewujudkan go green energy sehingga kita bisa mengurangi pemakaian listrik," sebutnya.


Kelanjutan dari penanaman pohon ini, pihaknya akan melakukan pemetaan, termasuk juga menyediakan suatu informasi dengan menggunakan QR Code pada setiap pohon sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh informasi detail terkait pohon tersebut. Tujuannya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai jenis-jenis pohon dan sebagainya.


"Jadi siapapun yang ingin mengetahui informasi jenis pohon, manfaatnya, berapa kandungan oksigen yang dihasilkan dan sebagainya, cukup mengscan QR Code yang disediakan melalui smartphone, maka informasi tersebut langsung tampil di layar handphone," pungkasnya.


Sumber : Prokopim

(Media Baru TVRI Kalbar)






Anggota Koramil Air Besar, Kodim 1201/Mph bersama Polsek Air Besar, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar dan Yayasan Planet Indonesia (YPI) melakukan patroli terpadu dikawasan cagar alam Gunung Nyiut, Kabupaten Landak.


Patroli yang dilaksanakan mulai 22 Maret hingga 26 Maret tersebut menemukan adanya indikasi pengrusakan hutan disekitar kawasan cagar alam Gunung Nyiut.


Danramil Air Besar, Peltu Lontas Bangun mengungkapkan, patroli tim terpadu menemukan sejumlah tumpukan balok kayu olahan disekitar area cagar alam.


"Ditemukannya beberapa tumpukan kayu balok olahan tak bertuan, merupakan wujud pengrusakan terhadap hutan disekitar cagar alam Gunung Nyiut," ungkap Danramil Air Besar, Peltu Lontas Bangun, Sabtu (26/3/2022).


Gunung Nyiut, kata Peltu Lontas, adalah salah satu dataran penyangga air dan penyeimbang ekosistem bagi flora dan fauna yang hidup di Air Besar. Tempat ini juga menjadi pusat penelitian ilmiah karena ditumbuhi tanaman langka.

Karena itu, Peltu Lontas mendesak aparat desa setempat agar selalu aktif melakukan pengawasan guna mencegah pengrusakan kawasan cagar alam tersebut.


"Kepada masyarakat dan perangkat desa agar bersama-sama, kita jaga kelestarian cagar alam di wilayah kita ini," tutupnya.


Sumber : Pendim 1201/Mph

(Media Baru TVRI Kalbar)





Hari Air Sedunia (World Water Day) 2022 diperingati dengan menggelar aksi bersih-bersih sampah di Sungai Kapuas, Sabtu (26/3/2022).

Aksi peduli lingkungan ini digelar Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak didukung oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan (BWSK) I dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak serta diikuti berbagai organisasi dan komunitas. 


Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi inisiasi Fisip Untan yang menggelar aksi bersih-bersih sungai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, menjaga kebersihan sungai dan parit sangat penting karena air merupakan kebutuhan manusia sehari-hari sebagai sumber kehidupan. Apalagi Kota Pontianak yang mengandalkan sungai sebagai sumber air. Oleh sebab itu air harus tetap terjaga kebersihannya karena air sebagai sumber kehidupan. 


"Mudah-mudahan aksi ini memberikan semangat dan edukasi terutama kepada warga kota untuk menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah di parit atau sungai sehingga air tanah kita bisa tetap terjaga kebersihannya," ujarnya usai membuka kegiatan aksi bersih-bersih Sungai Kapuas.


Dirinya prihatin karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan parit. Betapa tidak, hampir 30 persen sampah rumah tangga dibuang ke sungai dan parit. Ulah warga yang sengaja membuang sampah ke parit dan sungai itu menyebabkan air menjadi tercemar. Untuk itu, dia berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan parit dengan tidak membuang sampah sembarangan.


"Karena yang akan merasakan dampaknya juga kita semua, air tercemar dan saluran air tersumbat sehingga mengakibatkan banjir," jelas Edi.


Kehidupan masyarakat di tepian sungai sudah menjadi pemandangan sejak dahulu dan merupakan peradaban masyarakat di Pontianak. Untuk menjadikan sungai sebagai wajah terdepan kota, maka pemerintah membangun waterfront supaya tepian sungai lebih tertata rapi dan bersih.


"Saya mengajak warga khususnya yang bermukim di tepian sungai untuk bersama-sama kita peduli dengan sungai yang kita cintai ini dengan menjaga kebersihannya," imbaunya.


Dekan Fisip Untan, Martoyo menuturkan, ilmu Hubungan Internasional erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat dunia. Aksi bersih-bersih sungai ini juga menjadi bagian dalam menjaga kehidupan masyarakat.


"Inti dari aksi yang dilakukan hari ini adalah bagaimana menjaga sungai tetap bersih karena air adalah sumber kehidupan," ungkapnya.


Ia juga berharap aksi ini tidak hanya dilakukan pada momentum Hari Air Sedunia saja, tetapi terus berkelanjutan hingga anak cucu kelak. Terlebih jika melihat kehidupan di Kota Pontianak dan masyarakatnya tidak terlepas dari air sehingga dibutuhkan kepedulian bersama dalam menjaga sungai dan parit tetap bersih.


"Semua pihak harus ikut berpartisipasi melestarikan sungai serta menjaga kebersihannya agar air tetap terjaga dan tidak tercemar," imbuh Martoyo.


Sumber : Prokopim

(Media Baru TVRI Kalbar)






Kebakaran lahan terjadi di Desa Anjungan Dalam, Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah, Jumat (25/3/2022) siang.

Aparat gabungan dari Koramil Sungai Pinyuh, Kodim 1201/Mph dan Polsek Anjungan berjibaku memadamkan api yang membakar lahan kosong.


Batituud Koramil Sungai Pinyuh, Serma Dian Nuswantoro mengungkapkan belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Pihaknya bersama Polsek setempat tengah menyelidiki ihwal kebakaran.


"Masih kami selidiki, apakah sengaja dibakar atau karena ada kelalaian dari oknum disekitar lokasi kejadian," ujar Serma Dian Nuswantoro.


Dia menjelaskan, lahan yang terbakar lebih kurang empat hektare. Lokasi lahan terbakar jauh dari sumber air, sehingga upaya pemadaman cukup sulit.


"Tapi beruntung, dengan mesin pemadam seadanya, api berhasil dipadamkan sebelum menyebar lebih luas kelahan lainnya," ucapnya.


Ia mengimbau warga Anjungan Dalam agar melapor bila kejadian serupa terulang. Dikatakannya, laporan warga akan sangat membantu pemerintah untuk mencegah bencana kabut asap yang mengintai setiap musim kemarau.


"Hati-hati, api kecil saja bisa membesar kalau musim kemarau. Kami minta agar kita bisa sama-sama jaga wilayah ini dari kebakaran," pungkas Serma Dian.


Sumber : Pendim 1201/Mph

(Media Baru TVRI Kalbar)



Serda Kusmantoro Babinsa Anjungan Dalam, Koramil 1201-02/Sungai Pinyuh Padamkan Kebakaran lahan diwilayahnya yang Kembali terjadi pada sebuah lahan milik warga di Desa Anjungan Dalam, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, Jumat (25/3/2022).


Setelah mendapat laporan dari warga setempat, Serda Kusmantoro bersama Polsek Anjongan dengan cepat langsung mendatangi TKP.


Serda Kusmantoro mengatakan kebakaran yang menghanguskan lahan kurang lebih empat Hektare itu terletak di perbatasan wilayahnya.


"Dengan mesin pemadam seadanya, api tersebut berhasil dipadamkan sebelum menyebar lebih luas kelahan milik warga lainnya," ujarnya.


Sebagai antisipasi kejadian tersebut kembali terjadi, lanjutnya, dirinya bersama anggota Polsek setempat menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dan segera melaporkan ke Koramil dan Polsek terdekat jika kebakaran lahan kembali terjadi.


"Serta kita himbau agar tidak membuang putung rokok sembarangan yang dapat menjadi sumber kebakaran," tutup Kusmantoro.


Sumber : Pendim 1201/Mph

(Media Baru TVRI Kalbar)






Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh warga untuk mendukung aksi Earth Hour yang akan digelar pada Sabtu, 26 Maret 2022 dengan cara memadamkan lampu selama 60 menit. Earth Hour merupakan gerakan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap perubahan iklim dengan mengurangi pemakaian listrik selama satu jam.


"Mari kita semua dukung aksi yang bermanfaat untuk bumi dan manusia dengan memadamkan lampu selama satu jam mulai pukul 20.30 - 21.30 WIB pada Sabtu, 26 Maret 2022," ajaknya, Jumat (25/3/2022).


Menurutnya, aksi yang dilakukan pada Earth Hour ini menunjukkan bentuk kepedulian masyarakat terhadap bumi dengan perubahan iklim yang terjadi. Sebab semakin hari perubahan iklim kian mengkuatirkan.


"Dampaknya dapat memicu berbagai masalah di bumi yang kita tempati ini," ungkapnya.


Betapa tidak, jika aksi ini dilakukan secara massif, maka energi yang berhasil dihemat cukup besar jumlahnya. 


"Dengan memadamkan lampu selama satu jam, berarti kita ikut berpartisipasi untuk perubahan bumi yang lebih baik," kata Edi.


Selain menghemat energi, lanjutnya lagi, aksi Earth Hour juga dapat menyumbang oksigen dan mengurangi emisi karbon dioksida. Ia menilai aksi kecil yang dilakukan penduduk bumi dengan memadamkan lampu selama 60 menit memberikan banyak manfaat bagi bumi dan manusia.


"Partisipasi dalam aksi Earth Hour ini diharapkan membawa kebaikan bagi bumi dan kita sebagai penghuninya," tuturnya.


Earth Hour merupakan sebuah gerakan atau aksi global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis serta pemerintah di berbagai belahan dunia sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi terhadap upaya penanggulangan perubahan iklim.


Earth Hour merupakan sebuah gerakan global yang berusaha untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, serta pemerintah di berbagai belahan dunia untuk menunjukkan kepedulian dan juga kontribusinya terhadap upaya penanggulangan perubahan iklim secara simbolis. Aksi ini dilaksanakan pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret setiap tahunnya. Masyarakat diajak untuk mematikan lampu dan juga peralatan elektronik yang tidak digunakan selama 60 menit, mulai dari pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat.


Sumber : Prokopim

(Media Baru TVRI Kalbar)



Dalam rangka memperingati 39 Tahun Hari Bhakti Rimbawan, dan Hari Hutan Sedunia, Komandan Koramil 1201-05/ Toho, Kapten Czi. Kiki Gunawan, menghadiri undangan acara penanaman pohon bersama, yang diadakan oleh Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan(UPT KPH) wilayah Mempawah. 


Sebelum pelaksanaan penanaman tersebut, para undangan berkumpul di Kantor Resort Pengolahan Hutan (RPH) Dusun Pak Nungkat, Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Rabu (23/3/2022).


Saat dikonfirmasi, Komandan Koramil 1201-05/ Toho, Kapten Czi. Kiki Gunawan mengungkapkan, bahwa pelaksanaan penanaman pohon ada di dua lokasi, dan kedua lokasi tersebut berada di wilayah Kecamatan Sadaniang.


"Kegiatan ini dalam rangka Hari Bhakti Rimbawan dan Hari Hutan Sedunia, sehingga diadakan kegiatan penanaman pohon bersama, yaitu lahan disekitar RPH Sadaniang dan lahan krisis yang ada di Desa Sekabuk," ungkap Kapten Kiki.


Tujuan penanaman pohon tersebut, lanjutnya, agar keseimbangan alam ikut terjaga, dan dapat menumbuhkan sikap kepedulian pada masyarakat, agar tetap menjaga lingkungan hidup.


"Penanaman pohon ini, dapat membantu pelestarian alam serta memberi kontribusi positif bagi masyarakat Kecamatan Sadaniang khususnya," jelas Danramil.


Danramil juga berharap, agar kegiatan penanaman pohon terus dilakukan, sebagaimana arti dari Bhakti Rimbawa itu sendiri. Karena, program tersebut merupakan pencerminan pengabdian untuk melestarikan lingkungan hidup yang akan bermanfaat bagi masyarakat.


"Saya harap, program penanaman pohon seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin, sebagai wujud kebersamaan, agar lingkungan tetap lestari, yang akhirnya bermanfaat bagi masyarakat," pungkas Danramil Toho, Kapten Czi.Kiki Gunawan.


Penanaman pohon tersebut berjumlah 200 pohon, yang dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Fakultas Kehutanan Untan, IKAHUT-UNTAN, Muspika Sadaniang, Kelompok Tani Hutan, LPHD DESA Sekabuk dan lainnya.


Sumber : Pendim 1201/Mph

(Media Baru TVRI Kalbar)





Copyright © 2013 TVRI Kalimantan Barat .